Minggu, 10 November 2013

CONVEYOR MAINTENANCE

CONVEYOR NOMENCLATURE :


1.     CONVEYOR DRIVE SYSTEM
      ·       Motor
       ·       Coupling
       ·       Gear Box Reducer/ Drive Hydraulic
       ·       Bearing
       ·       Drive Pulley

2. MAINTENANCE
    Permasalahan pemeliharaan Conveyor  umumnya disebabkan :
·       Kerusakan normal
·       Kelalaian personnel operation dan maintenance
·       Pemilihan lubrikasi yang salah
·       Kesalahan perbaikan kecil dan penyetelan yang bisa menyebabkan kerusakan berat

     Penyebab Kerusakan lainnya :
·       Rekayasa komponen atau peralatan yang keliru
·       Beban dan kecepatan yang berlebihan
·       Pengerjaan alignmen yang keliru
·       Jumlah vibrasi atau getaran yang berlebihan
·       Penggantian suku cadang menggunakan yang berkwalitas rendah

Hasil penyelidikan di Amerika utara menunjukan statistic  :

  1. Lebih dari 25 % Bearing digunakan pada peralatan berputar rusak premature karena utamanya  kesalahan pemasangan atau melakukan lubrikasi yang salah
  2. Lebih dari 70% kerusakan2 yang dialami di  Pabrik dan di industri hydraulic sistim akibat oli hydraulic yang terkontaminasi
  3. Prosedur lubrikasi yang kurang baik dan tidak konsisten adalah salah satu penyebab utama kerusakan peralatan
  4. Rata2 perusahaan kontruksi menghabiskan antara 24 – 45% anggaran operasi untuk pemeliharaan peralatan kendaraannya, biaya ini adalah untuk parts dan upah bukan untuk  bahan bakar lub atau depresiasi

Untuk mengurangi kecenderungan biaya yang tinggi pimpinan dan karyawan harus merobah pandangan apa fungsi maintenance yang seharusnya dilakukan.
Diperkirakan 1/3 dari biaya pemeliharaan yang dikeluarkan pada aktivitas “Reaction” dari pada “Proactive” dan “Prevention”. Paling banyak karena tidak efisien dalam program  pemeliharaan yang mungkin melakukan sesuatu yang benar tetapi pada waktu yang salah sering untuk alasan2 yang salah.

2.1 TUJUAN PROGRAM MAINTENANCE
Tujuan utama program aktivitas maintenance :
  • Meyakinkan bahwa peralatan  beroperasi dengan aman dan relative tidak ada masalah untuk periode waktu yang lama
  • Memaximumkan ketersediaan/availability permesinan dan peralatan penting untuk mencapai tujuan  operasional dan produksi yang direncanakan
  • Untuk secara konsisten memelihara peralatan pabrik agar supaya mengurangi kerusakan dan kerusakan dini
  • Membuat peralatan handal sehingga bisa menghasilkan hasil kerja yang standard

2.2 DEFINISI UMUM  MAINTENANCE:
 Urutan kegiatan  ( technical dan administrative) yang diperlukan untuk menjaga produk dan sistim dalam keadaan aman, hemat, efisien, dan beroperasi dengan optimal”

Maintainability dan  Maintenance

  • Maintainability ialah kemampuan dari alat atau produk atau sistim yang perlu di rawat.
  • Maintainability ialah karakter yang sudah melekat dari sistim atau product design, yang menyinggung hal ketentraman, ketelitian, keselamatan kerja dan  penghematan dalam pelaksanaaan pekerjaan maintenance..
  • Maintainability ialah suatu parameter rekayasa maintenance yang diperlukan sebagai konsekwensi dari konstruksinya

2.3 FUNGSI MAINTENANCE :

Dalam setiap operasi menuntut sistim operasi bisa bekerja pada daya produksi yang maksimum. Keberadaan sistim harus dijaga pada mutu optimum sementara beban kerja yang actual berkurang ke kebutuhan minimum untuk menjamin effisiensi dan keselamatan kerja.

Seberapa bagusnya conveyor dan sistim komponennya di rekayasa dan di konstruksi,pada waktunya akan membutuhkan pemeliharaan ntuk menjaga daya guna pada level rekayasanya.

Meskipun salah satu idler atau roller macet yang nampaknya tidak  penting, ini harus diketahui bahwa di bawah ketegangan belt kecepatan tinggi yang mengangkut material abrasive, permukaan idler atau roller akan cepat menipis dan menjadi tajam seperti mata pisau yang bisa menyobek belt.

Karyawan yang sudah terlatih dengan baik harus mampu mendeteksi kerusakan yang akan terjadi dan menperabikinya kegagalan pemakaian sebelum terjadi kerusakan.. banyak kerusakan yang sama untuk komponen yang lainnya, yang kelihatannya persoalan sekejap saja dibawah  tegangan atau tekanan yang terus-menerus dari pergerakan belt dan material kecepatan tinggi dapat dengan cepat mengarah ke kerusakan yang merugikan.

Masalah dari yang halus,  tahap demi tahap berkembang  sampai ke getaran  dari pisau pembersih belt (Belt Cleaner), menambah pengeluaran untuk biaya peralatan dan kehilangan waktu.

·      Setiap peralatan memiliki umur yang panjang, bagaimanapun suatu saat pasti akan mengalami kerusakan.
·       Tidak tahu dengan pasti kapan peralatan akan mengalami kerusakan
· Orang mencoba membuat segala upaya untuk meningkatkan kehandalan peralatan dengan melakukan Maintenance.
·   Musuh-musuh maintenance adalah : breakdown, kemunduran dan konsekwensi dari semua jenis kejadian2 yang tidak terencana  

3. METODE PROGRAM  MAINTENANCE


Ada 3 cara untuk melakukan pemeliharaan :
·       Preventive Maintenance
·       Predictive Maintenance    
·       Corrective Maintenance

3.1  Program pemeliharaan Preventive:
  Umumnya termasuk jadwal rutin dari kegiatan pemeliharaan  jadwal yang berdasarkan pengalaman yang lalu dan rekomendasi dari pabrik pembuatnya.
 Kegiatan program preventive maintenance biasanya berdasarkan pemeriksaan dan sempel secara periodic. Team preventive maintenance yang tidak memiliki skill kemungkinan akan membiarkan kondisi peralatan yang rusak. Suku cadang yang memadai  dan personel yang tersedia harus dialokasikan ketika dijadawalkan  shutdown dan overhaul.

3.2 Program Pemeliharaan Predictive
    Metode monitoring secara sistimatic untuk kinerja peralatan berputar dilakukan pada jadwal regular untuk menentukan kondisi peralatan.  Predictive Maint memberikan informasi catatan kinerja yang lalu dan yang sedang berjalan untuk memprediksi masalah mekanikal dengan objective. Prediksi berdasarkan analisis dari formulir informasi untuk tindakan perbaikan atau penggantian yang harus dilakukan.
   Untuk mengoperasikan Industri moderen dengan efisien, Mesin produksi harus dioperasikan  mendekati kapasitas disain dengan minimum down time. Tujuan utama suatu kualitas program prediksi maintenance untuk mengurangi kerusakan mesin2 yang tidak terjadwalkan, mengurangi biaya maintenance dan kehilangan produksi untuk mencapai tujuan.

Tugas yang harus dilakukan terdiri dari :
 inspeksi, penyetelan, lubrikasi keliling, pembersihan, pengerasan baut, pembacaan dan  pengukuran.

Beberapa contoh teknik  predictive maintenance ;
§ Vibration monitoring
§ Thermograph
§ Visual inspections
§ Ultrasonic monitoring
§ Other non –destructive techniques
§ Sound

3.3 Corrective Maintenance (CM) bacalagi buku rotating Equipment!!!
Kegiatan maintenance untuk perbaikan atau penggantian mengembalikan asset ke kondisi operasi normal, biasanya dilakukan sebagai hasil inspeksi yang terjadwal.
 
3.4 Reactive atau “Breakdown”
Adalah bukan kegiatan maintenance yang sebenarnya karena kerusakan breakdown alat. Sasaran utamanya ialah untuk mengembalikan asset ke kondisi yang ditetapkan.

4. MAINTENACE QUALITY IMPROVEMENT :

Pengendalian mutu didalam maintenance sulit untuk didefinisikan, definisi yang biasa didalam produksi adalah mutu untuk menghasilkan parts secara konsisten dengan perbedaan mutu yang kecil. Mutu maintenance biasanya  berhubungan dengan efek, bukan hasil perbaikannya sendiri

Didalam beberapa hal, dengan kata lain :
·       Mutu maintenance ialah bisa mengurangi waktu downtime (berhenti produksi)
·       Mutu maintenance ialah bisa mengurangi sisa-sia potongan material
·       Mutu maintenance ialah bisa lebih awal untuk start-up (cepat berproduksi lagi)
·       Mutu maintenance ialah bisa lebih cepat tanggap
·       Mutu maintenance ialah bisa menghilangkan pekerjaan2 yang diulang-ulang
·       Mutu maintenance ialah bisa menjaga spesifikasi hasil produksi
·       Mutu maintenance ialah bisa menghilangkan gangguan operasi
·       Mutu maintenance ialah bisa memuaskan pelanggan

5. CONVEYOR CONTROL SYSTEMS;
          Missaligment/Tracking Switches : apabila belt berjalan lari kekiri atau kekanan dan menyentuh limit akan mematikan motor, dipasang di kiri-kanan belt di lokasi head dan di tail pulley 


       Plug Cute Switch/Tilt Switch : Jika chute tersumbat  dan material menumpuk sampai hopper akan menyentuh tail dan mematikan conveyor sehingga tidak merusak belt, memberhentikan aliran material ke chute

     
          Belt Speed Monitor : untuk mengendalikan kecepatan conveyor apabila terlalu lambat atau cepat, monitor akan bunyi dan mematikan motor apabila belt kecepatan belt menyimpang jauh dari batas kecepatan yang sudah diatur, bisa digunakan juga sebagai control untuk belt selip karena licin, belt kelebihan beban tiba-tiba kecepatan belt turun, belt meluncur karena tiba-tiba belt berhenti pada belt yang miring.


          Back Stop atau Hold Back : adalah alat mekanis yang memungkinkan conveyor atau poros penggerak hanya bisa berputar pada satu arah saja., dipasang pada poros pulley penggerak atau pada  transmisi gear box semua conveyor dan elevator yang bisa berputar balik dalam condisi berbeban.


         Magnetic devise : Peralatan Magnite untuk menangkap benda-benda asing seperti potongan besi structural, pelat, gigi bucket loader yang masuk kedalam chute dan belt conveyor  yang bisa merobek belt akan terperangkap dengan magnit ini, magnate dipasang miring diatas ujung head pulley untuk memudahkan menangkap besi-besi sebelum masuk kedalam chute atau conveyor berikutnya.       

       
         Rip Detector : Alat sensor yang dipasang antara bagian belt diatas dan bawah di lokasi sesudah impact roller atau cradle akan mendeteksi belt yang robek dan akan menghentikan motor, sehingga belt tidak robek keliling. Belt masih bisa di perbaiki.


·        Belt Condition Sensor : Tecknology baru gabungan antara Rip Detector, Speed Monitoring dan Tracking Alarm dalam satu system.

·        Electrical interlock : Jika salah satu alat berhenti akan menghentikan peralatan lainnya yang ada hubungannya,  supaya alat yang berhenti tidak bermasalah. Conveyor tidak bisa dijalankan sampai alat  safety nya direset ulang.

·        Fire Detection and Preventing Systems : Adakalanya idler bisa macet atau terkancing karena atau terkancing karena kurang lubrikasi, material menumpuk atau kerusakan

·       Close Circuit Television :    

·        Zerro Speed Sensore : Dipasang pada tail pulley atau pulley lainnya (bukan dipsang pada drive pulley), apabila terjadi head pulley slip akibat licin, pulley yang dipasang sensor akan berhenti dan sensor akan mematikan motor, sehingga belt yang slip akan segera berhenti dan tidak merusak beltnya). 


·       Emergency Stop Cable

             





5 komentar:

Boy M. Faisal mengatakan...

Materinya bagus sekali educative dan informative..
Mohon ijin untuk menjadikan sebagai referensi ya..
Terima kasih.

erwin nainggolan mengatakan...

Nice referens...

erwin nainggolan mengatakan...

Nice referens...

har di mengatakan...

izin copas pk.untuk pelajaran.hehe bleh kan pak

Priyanto Sakti mengatakan...

materinya sangan bermanfaa, terima kasih ... semoga agan sehat selalu

Poskan Komentar